Kebersamaan tak dapat ditukar oleh apapun...

Kebersamaan tak dapat ditukar oleh apapun...
Keceriaan diAmbarawa

Rabu, 14 Desember 2011

Konsep Dasar Manajemen Keperawatan

Konsep Dasar Manajemen Keperawatan

Makalah

Disusun Guna
Memenuhi salah satu tugas
Mata Kuliah : Manajemen Keperawatan I
Dosen Pengampu  : Ns.Andriyani Mustika N,S.Kep
stikes baru
Disusun Oleh :
Kelompok IV
1.      Siti Mursidah Ulfah     SK.109.173
2.      Siti Mutmainah            SK.109.174
3.      Suprapto AN                SK.109.186
4.      Suryadi                         SK.109.187
5.      Ulya Alifa                    SK.109.199
6.      Umi Achsaniyatul F     SK.109.200
7.      Wiwik Fitrianingsih     SK.109.210
8.      Zahra Azzuhra             SK.109.217

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
KENDAL
2011







KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah. SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya serta memberikan perlindungandan kesehatan sehingga penulis dapat menyusun makalah dengan judul ”Konsep Dasar Manajemen Keperawatan”. Dimana makalah ini sebagai salah satu syarat untuk memenuhi tugas modul Manajemen Keperawatan I..
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa selama penyusunan makalah ini penulis banyak  menemui kesulitan dikarenakan keterbatasan  referensi dan keterbatasan penulis sendiri. Dengan adanya kendala dan keterbatasan yang dimiliki penulis maka penulis berusaha semaksimal mungkin untuk menyusun makalah dengan sebaik-baiknya.
Dalam kesempatan ini tidak lupa penyusun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan laporan ini, diantaranya :
1.      Hj. Kunsianah, S.Pd, M.Kes sebagai Ketua STIKES Kendal
2.      Ns. Andriyani Mustika N, S.Kep sebagai koordinator dosen pengampu Modul Manajemen Keperawatan I
3.      Teman-teman kelompok IV
Sebagai manusia penulis menyadari bahwa penulisan makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari semua pihak demi perbaikan yang lebih baik dimasa yang akan datang.
Akhirnya semoga makalah ini bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi pembaca pada umumnya, Amin.



                                                                                                  Kendal, 14 Desember 2011


                                                                                                                Penyusun






BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Tuntutan Masyarakat terhadap kwalitas pelayanan keperawatan dirasakan sebagai suatu fenomena yang harus direspon oleh perawat. Oleh karena itu Pelayanan keperawatan ini perlu mendapat prioritas utama dalam pengembangan ke masa depan.
Perawat harus mau mengembangkan ilmu pengetahuannya dan berubah sesuai tuntutan masyarakat , dan menjadi tenaga perawat yang professional.Pengembangan  dalam berbagai aspek keperawatan bersifat saling berhubungan, saling bergantung, saling mempengaruhi dan saling berkepentingan. Oleh karena itu inovasi dalam pendidikan keperawatan, praktek keperawatan , ilmu keperawatan dan kehidupan keprofesian merupakan fokus utama keperawatan Indonesia dalam proses profesionalitas. Proses profesionalisasi merupakan proses pengakuan terhadap sesuatu yang dirasakan, dinilai dan diterima secara spontan oleh  masyarakat, maka dituntut untuk mengembangkan dirinya dalam sistim pelayanan kesehataan.
Perubahaan-perubahaan ini akan membawa dampak yang positif seperti makin meningkatnya mutu pelayanan kesehatan/keperawatan yang diselenggarakan, makin sesuainya jenis dan keahlian tenaga kesehatan/keperawatan yang tersedia dengan tuntutan masyarakat, bertambahnya kesempatan kerja bagi tenaga kesehatan.Oleh karena alasan-alasan di atas maka Pelayanan keperawatan harus dikelola secara profesional, karena itu perlu adanya Manajemen Keperawatan.
Manajemen Keperawatan harus dapat diaplikasikan dalam tatanan pelayanan nyata di Rumah Sakit, sehingga perawat perlu memahami bagaiman konsep dan Aplikasinya di dalam organisasi keperawatan itu sendiri.
Untuk lebih memahami arti dari Manajemen Keperawatan maka kita perlu mengetahui terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan organisasi keperawatan, bagaimana tugas dan tanggung-jawab dari masing-masing personil di dalam organisasi yang pada akhirnya akan membawa kita untuk lebih mengerti bagaimana konsep dasar  dari Manajemen Keperawatan itu sendiri.
B.     TUJUAN PENULISAN
                        Makalah ini di buat Untuk mengetahui,memahami,dan menerapkan konsep           
            manajemen keperawatan dalam bidang kesehatan,khususnya bidang keperawatan.


BAB II
PEMBAHASAN
KONSEP DASAR MANAJEMEN KEPERAWATAN
  1. Pengertian manajemen
Manajemen adalah Suatu proses melakukan kegiatan atau usaha untuk mencapai tujuan organisasi melalui kerjasama dengan oranglain.(Harsey dan Blanchard)
Manajemen sebagai suatu proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengawasan suatu kegiatan.(James A. O’Brien)
Manajemen adalah pelaksanaan bersama oranglain.(Harold Konte dan Cyril O’Donnel)
 Manajemen adalah pengorganisasian seluruh sumberdaya melalui perencanaan, pengorganisasian, pemberian bimbingan dan pengendalian agar tercapai sasaran-sasaran dan tujuan-tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. (Henry L.Silk)
Dari pengertian para pakar diatas disimpulkan bahwa manajemen adalah suatu proses untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan melalui perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan dan pemberian bimbingan.
Manajemen berfungsi untuk melakukan semua kegiatan yang perlu dilakukan dalam rangka pencapaian tujuan dalam batas – batas yang telah ditentukan pada tingkat administrasi. Sedangkan Liang Lie mengatakan bahwa manajemen adalah suatu ilmu dan seni perencanaan, pengarahan, pengorganisasian dan pengontrol dari benda dan manusia untuk mencapai tujuan yang ditentukan sebelumnya.




2.       Pengertian Manajemen Keperawatan
  Manajemen keperawatan adalah proses pelaksanaan pelayanan keperawatan melalui upaya staf keperawatan untuk memberikan asuhan keperawatan, pengobatan dan rasa aman kepada pasien, keluarga dan masyarakat. (Gillies, 1989).
 Kita ketahui disini bahwa manajemen keperawatan adalah suatu tugas khusus yang harus dilaksanakan oleh pengelola keperawatan untuk merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan serta mengawasi sumber – sumber yang ada, baik sumber daya maupun dana sehingga dapat memberikan pelayanan keperawatan yang efektif baik kepada pasien, keluarga dan masyrakat.
Ø  Fungsi – Fungsi Manajemen
Secara ringkas fungsi manajemen adalah sebagai berikut :
a.       Perencanaan (planning), perencanaan merupakan :
1.      Gambaran apa yang akan dicapai
2.      Persiapan pencapaian tujuan
3.      Rumusan suatu persoalan untuk dicapai
4.      Persiapan tindakan – tindakan
5.      Rumusan tujuan tidak harus tertulis dapat hanya dalam benak saja
6.      Tiap – tiap organisasi perlu perencanaan
b.      Pengorganisasian (organizing), merupakan pengaturan setelah rencana, mengatur dan menentukan apa tugas pekerjaannya, macam, jenis, unit kerja, alat – alat, keuangan dan fasilitas.
c.       Penggerak (actuating), menggerakkan orang – orang agar mau / suka bekerja. Ciptakan suasana bekerja bukan hanya karena perintah, tetapi harus dengan kesadaran sendiri, termotivasi secara interval.
d.      Pengendalian / pengawasan (controling), merupakan fungsi pengawasan agar tujuan dapat tercapai sesuai dengan rencana, apakah orang – orangnya, cara dan waktunya tepat. Pengendalian juga berfungsi agar kesalahan dapat segera diperbaiki.
e.       Penilaian (evaluasi), merupakan proses pengukuran dan perbandingan hasil – hasil pekerjaan yang seharusnya dicapai. Hakekat penilaian merupakan fase tertentu setelah selesai kegiatan, sebelum, sebagai korektif dan pengobatan ditujukan pada fungsi organik administrasi dan manajemen.
3.      Prinsip – Prinsip Manajemen Keperawatan
Prinsip – prinsip yang mendasari manajemen keperawatan adalah :
a.       Manajemen keperawatan seyogyanya berlandaskan perencanaan karena melalui fungsi perencanaan, pimpinan dapat menurunkan resiko pengambilan keputusan, pemecahan masalah yang efektif dan terencana.
b.      Manajemen keperawatan dilaksanakan melalui penggunaan waktu yang efektif. Manajer keperawatan yang menghargai waktu akan menyusun perencanaan yang terprogram dengan baik dan melaksanakan kegiatan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan sebelumnya.
c.       Manajemen keperawatan akan melibatkan pengambilan keputusan. Berbagai situasi maupun permasalahan yang terjadi dalam pengelolaan kegiatan keperawatan memerlukan pengambilan keputusan di berbergai tingkat manajerial.
d.      Memenuhi kebutuhan asuhan keperawatan pasien merupakan fokus perhatian manajer perawat dengan mempertimbangkan apa yang pasien lihat, fikir, yakini dan ingini. Kepuasan pasien merupakan poin utama dari seluruh tujuan keperawatan.
e.       Manajemen keperawatan harus terorganisir. Pengorganisasian dilakukan sesuai dengan kebutuhan organisasi untuk mencapai tujuan.
f.       Pengarahan merupakan elemen kegiatan manajemen keperawatan yang meliputi proses pendelegasian, supervisi, koordinasi dan pengendalian pelaksanaan rencana yang telah diorganisasikan.
g.      Divisi keperawatan yang baik memotivasi karyawan untuk memperlihatkan penampilan kerja yang baik.
h.      Manajemen keperawatan menggunakan komunikasin yang efektif. Komunikasi yang efektif akan mengurangi kesalahpahaman dan memberikan persamaan pandangan, arah dan pengertian diantara pegawai.
i.        Pengembangan staf penting untuk dilaksanakan sebagai upaya persiapan perawat – perawat pelaksana menduduki posisi yang lebih tinggi atau upaya manajer untuk meningkatkan pengetahuan karyawan.
Pengendalian merupakan elemen manajemen keperawatan yang meliputi penilaian tentang pelaksanaan rencana yang telah dibuat, pemberian instruksi dan menetapkan prinsip – prinsip melalui penetapan standar, membandingkan penampilan dengan standar dan memperbaiki kekurangan
Prinsip – prinsip Organisasi menurut Fayol adalah:
a.       Division of work (pembagian pekerjaan)
Tugas/Pekerjaan dibagi secara rata pada masing-masing individu ataupun tim.
b.      Authority dan responsibility (kewenangan dan tanggung jawab)
Masing-masing personal atau Tim memiliki kewenangan dan tanggung jawab terhadap pekerjaan yang telah diberikan kepadanya.
c.       Dicipline (disiplin)
Kedisiplinan merupakan hal yang sangat pokok dalam sistem manajemen.
d.      Unity of command (kesatuan komando)
Merupakan kesatuan perintah,satu perintah dari atasan menjadi tanggung jawab bersama.
e.       Unity of direction (kesatuan arah)
Merupakan tujuan yang sama.
f.       Sub ordination of individual to generate interest (kepentingan individu tunduk pada kepentingan umum)
g.      Renumeration of personal (penghasilan pegawai)
Penghasilan pegawai merupakan bentuk reward yang diberikan atas jasa yang telah dilakukan.

4.      KERANGKA KONSEP
-Manajemen partisipasif yang berlandaskan pada paradigma keperawatan:
-Manusia akan tertarik dan terikat pada pekerjaannya.
-Jika informasi yang bermanfaat dan layak pada individu akan membuat keputusan terbaik untuk dirinya sendiri.
-Tujuan kelompok akan lebih mudah dicapai oleh kelompok.
-Setiap individu memiliki karakteristik dan motivasi, minat dan cara untuk mencapai tujuan kelompok.
-Fungsi koordinasi dan pengendalian amat penting dalam pencapaian tujuan.
-Persamaan kualifikasi harus dipertimbangkan.
-Individu memiliki hak dan tanggung jawab untuk mendelegasikan kewenangannya pada mereka yang terbaik dalam organisasi.
-
Pengetahuan dan keterampilan amat diperlukan dalam pengambilan keputusan yang profesional.
-Semua sistem berfungsi untuk mencapai tujuan kelompok dan merupakan tujuan bersama untuk menetapkan tujuan bersama


5.      Proses Manajemen Keperawatan
Proses manajemen keperawatan sesuai dengan pendekatan sistem terbuka dimana masing – masing komponen saling berhubungan dan berinteraksi dan dipengaruhi oleh lingkungan. Karena merupakan suatu sistem maka akan terdiri dari lima elemen yaitu input, proses, output, kontrol dan mekanisme umpan balik.
Input dari proses manajemen keperawatan antara lain informasi, personel, peralatan dan fasilitas.
Proses dalam manajemen keperawatan adalah kelompok manajer dari tingkat pengelola keperawatan tertinggi sampai ke perawat pelaksana yang mempunyai tugas dan wewenang untuk melakukan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan dalam pelaksanaan pelayanan keperawatan. Untuk melaksanakan proses manajemen diperlukan keterampilan teknik,keterampilan hubungan antar manusia,dan keterampilan konseptual.

Output adalah asuhan keperawatan, pengembangan staf dan riset.
Kontrol yang digunakan dalam proses manajemen keperawatan termasuk budget dari bagian keperawatan, evaluasi penampilan kerja perawat, prosedur yang standar dan akreditasi.
Mekanisme timbal balik berupa laporan finansial, audit keperawatan, survey kendali mutu dan penampilan kerja perawat..
Berdasarkan prinsip – prinsip diatas maka para manajer dan administrator seyogyanya bekerja bersama – sama dalam perencanaan dan pengorganisasian serta fungsi – fungsi manajemen lainnya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.





Rounded Rectangle: Proses Manajemen Keperawatan



 



6.      Komponen Sistem Manajemen Keperawatan
Komponen dari Manajemen Keperawatan:
1.Input
2.Proses
3.Output
4.Kontrol
5.Feed back mechanism

INPUT
☺ Informasi
☺ Personal
☺ Peralatan
☺ Fasilitas

PROSES

Kelompok manejemen [dari tertinggi sampai dengan perawat pelaksana] yang mempunyai tugas dan wewenang untuk melaksanakan perencanaan, organisasi, pengarahan dan pengawasan dalam pelaksanaan pelayanan keperawatan.

OUTPUT
☺ Askep (Asuhan Keperawatan)
☺ Pengembangan staf sampai dengan riset

KONTROL
☺ Budget
☺ Prosedur
☺ Evaluasi Kinerja
☺ Akreditasi

FEED BACK MECHANISM
☺ Laporan Financial
☺ Audit Keperawatan
☺ Survey Kendali Mutu
☺ Kinerja
Prinsip yang mendasari mananejemen keperawatan.
1.Berlandaskan perencanaan
2.Penggunaan waktu yang efektif
3.Melibatkan pengambilan keputusan
4.Memenuhi kebutuhan ASKEP pasien
Ô kepuasan pasien sebagai tujuan
5.Terorganisir sesuai kebutuhan organisasi untuk mencapai tujuan
Lingkup Manajemen Keperawatan
       Mempertahankan kesehatan telah menjadi sebuah industri besar yang melibatkan berbagai aspek upaya kesehatan. Pelayanan kesehatan kemudian menjadi hak yang paling mendasar bagi semua orang dan memberikan pelayanan kesehatan yang memadai akan membutuhkan upaya perbaikan menyeluruh sistem yang ada. Pelayanan kesehatan yang memadai ditentukan sebagian besar oleh gambaran pelayanan keperawatan yang terdapat didalamnya.
Keperawatan merupakan disiplin praktek klinis. Manajer keperawatan yang efektif seyogyanya memahami hal ini dan memfasilitasi pekerjaan perawat pelaksana. Kegiatan perawat pelaksana meliputi:
a.       Menetapkan penggunakan proses keperawatan
b.      Melaksanakan intervensi keperawatan berdasarkan diagnosa
c.       Menerima akuntabilitas kegiatan keperawatan yang dilaksanakan oleh perawat
d.      Menerima akuntabilitas untuk hasil – hasil keperawatan
e.       Mengendalikan lingkungan praktek keperawatan
 Seluruh pelaksanaan kegiatan ini senantiasa di inisiasi oleh para manajer keperawatan melalui partisipasi dalam proses manajemen keperawatan dengan melibatkan para perawat pelaksana.
  Berdasarkan gambaran diatas maka lingkup manajemen keperawatan terdiri dari:
a.    Manajemen operasional
Pelayanan keperawatan di rumah sakit dikelola oleh bidang keperawatan yang terdiri dari tiga tingkatan manajerial, yaitu:
1.      Manajemen puncak
2.      Manajemen menengah
3.      Manajemen bawah

b.      Tidak setiap orang memiliki kedudukan dalam manajemen berhasil dalam kegiatannya. Ada beberapa faktor yang perlu dimiliki oleh orang – orang tersebut agar penatalaksanaannya berhasil. Faktor – faktor tersebut adalah
1.      Kemampuan menerapkan pengetahuan
2.      Ketrampilan kepemimpinan
3.      Kemampuan menjalankan peran sebagai pemimpin
4.      Kemampuan melaksanakan fungsi manajemen
c.       Manajemen asuhan keperawatan
            Manajemen asuhan keperawatan merupakan suatu proses keperawatan yang menggunakan konsep – konsep manajemen didalamnya seperti perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian atau evaluasi.

7.      Persyaratan Ruangan Menjalankan MPKP
Syarat-syarat Ruangan menjalankan MPKP adalah sebagai berikut:
1.        Memiliki fasilitas perawatan yang memadai.
2.        Memiliki jumlah perawat minimal sejumlah tempat tidur yang ada.
3.        Memiliki perawat pendidikan yang telah terspesialisasi
4.        Seluruh perawat telah memiliki kompetensi dalam perawatan primer.

Ø  Peran Manajer
   Peran Manajer dapat mempengaruhi faktor motivasi dan lingkungan. Tetapi faktor lain yang mungkin  mempengaruhi tergantungnya tugas, khususnya bagaimana manajer bekerja dalam suatu organisasi. Secara umum peran manajer dapat dinilai dari kemampuannya dalam memotivasi dan meningkatkan kepuasan staf. Kepuasan kerja staf dapat dilihat dari terpenuhinya kebutuhan fisik, psikis, dimana kebutuhan psikis tersebut dapat terpenuhi melalui peran manajer dalam memperlakukan stafnya. Hal ini dapat ditanamkan kepada manajer agar diciptakan suasana keterbukaan dan memberikan kesempatan kepada staf untuk melaksanakan tugas dengan sebaik – baiknya. Manajer mempunyai lima dampak terhadap faktor lingkungan dalam tuga professional sebagaimana dibahas sebelumnya (Nursalam, 2002).
Menurut Rewland & Rewland (1997), ada dua belas kunci utama dalam kepuasan kerja yaitu: input, hubungan manajer dengan staf, disiplin kerja, lingkungan tempat kerja, istirahat dan makanan yang cukup, diskriminasi, kepuasan kerja, penghargaan penampilan, klarifikasi kebijaksanaan, prosedur, dan keuntungan, mendapatkan kesempatan, pengambilan keputusan, dan gaya manajer.

Ø  Peran Kepala Ruangan
   Adapun tanggung jawab kepala ruangan menurut Gillies (1994) adalah peran kepala ruangan harus lebih peka terhadap anggaran rumah sakit dan kualitas pelayanan keperawatan, bertanggung jawab terhadap hasil dari pelayanan keperawatan yang berkwalitas, dan menghindari terjadinya kebosanan perawat serta menghindari kemungkinan terjadinya saling melempar kesalahan.
Kepala ruangan disebuah ruangan keperawatan, perlu melakukan kegiatan koordinasi kegiatan unit yang menjadi tanggung jawabnya dan melakukan kegiatan evaluasi kegiatan penampilan kerja staf dalam upaya mempertahankan kualitas pelayanan pemberian asuhan keperawatan. Berbagai metode pemberian asuhan keperawatan dapat dipilih disesuaikan dengan kondisi dan jumlah pasien, dan kategori pendidikan serta pengalaman staf di unit yang bersangkutan (Arwani, 2005).


Ø  Fungsi Kepala Ruangan
Adapun fungsi kepala ruangan menurut Marquis dan Houston (2000) sebagai berikut:
1.         Perencanaan : dimulai dengan penerapan filosofi, tujuan, sasaran, kebijaksanaan, dan peraturan – peraturan : membuat perencanaan jangka pendek dan jangka panjang untuk mencapai visi, misi, dan tujuan, organisasi, menetapkan biaya – biaya untuk setiap kegiatan serta merencanakan dan pengelola rencana perubahan.



2.         Pengorganisasian: meliputi pembentukan struktur untuk melaksanakan perencanaan, menetapkan metode pemberian asuhan keperawatan kepada pasien yang paling tepat, mengelompokkan kegiatan untuk mencapai tujuan unit serta melakukan peran dan fungsi dalam organisasi dan menggunakan power serta wewengan dengan tepat.
3.         Ketenagaan: pengaturan ketegagaan dimulai dari rekruetmen, interview, mencari, dan orientasi dari staf baru, penjadwalan, pengembangan staf, dan sosialisasi staf.
4.         Pengarahan : mencangkup tanggung jawab dalam mengelola sumber daya manusia seperti motivasi untuk semangat, manajemen konflik, pendelegasian, komunikasi, dan memfasilitasi kolaborasi.
5.         Pengawasan meliputi penampilan kerja, pengawasan umum, pengawasan etika aspek legal, dan pengawasan professional. Seorang manajer dalam mengerjakan kelima fungsinya tersebut sehari – sehari akan bergerak dalam berbagai bidang penjualan, pembelian, produksi, keuangan, personalia dan lain – lain.


Ø  Kepala Ruangan Sebagai Manager Keperawatan
Sebagai manajer keperawatan, uraian tugas kepala ruangan menurut depkes (1994), adalah sebagai berikut:
a. Melaksanakan fungsi perencanaan, meliputi:
1.        Merencanakan jumlah dan kategori tenaga perawatan serta tenaga lain sesuai kebutuhan.
2.        Merencanakan jumlah jenis peralatan perawatan yang diperlukan.
3.        Merencanakan dan menentukan jenis kegiatan/ asuhan keperawatan yang akan diselenggarakan sesuai kebutuhan pasien.
b. Melaksanakan fungsi pergerakan dan pelaksanaan, meliputi:
1.         Mengatur dan mengkoordinasi seluruh kegiatan pelayanan di ruang rawat.
2.         Menyusun dan mengatur daftar dinas tenaga perawatan dan tenaga lain sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan / peraturan yang berlaku (bulanan, mingguan, harian).
3.         Melaksanakan program orientasi kepada tenaga keperawatan satu atau tenaga lain yamg bekerja di ruang rawat.
4.         Memberi pengarahan dan motivasi kepada tenaga perawatan untuk melaksanakan asuhan perawatan sesuai standart.
5.         Mengkoordinasikan seluruh kegiatan yang ada dengan cara bekerja sama dengan sebagai pihak yang terlibat dalam pelayanan ruang rawat.
6.         Mengenal jenis dan kegunaan barang peralatan serta mengusahakan pengadaannya sesuai kebutuhan pasien agar tercapainya pelayanan optimal.
7.         Menyusun permintaan rutin meliputi kebutuhan alat, obat, dan bahan lain yang diperlukan di ruang rawat.
8.         Mengatur dan mengkoordinasikan pemeliharaan peralatan agar selalu dalam keadaan siap pakai.
9.         Mempertanggungjawabkan pelaksanaan inventaris peralatan.
10.     Melaksanakan program orientasi kepada pasien dan keluarganya meliputi tentang peraturan rumah sakit, tata tertib ruangan, fasilitas yang ada dan cara penggunaannya.
11.     Mendampingi dokter selama kunjungan keliling untuk memeriksa pasien dan mencatat program.
12.     Mengelompokkan pasien dan mengatur penempatannya di ruang rawat untuk tingkat kegawatan, injeksi dan non injeksi, untuk memudah pemberian asuhan keperawatan.
13.     Mengadakan pendekatan kepada setiap pasien yang dirawat untuk mengetahui keadaan dan menampung keluhan serta membantu memecahkan masalah berlangsung.
14.     Menjaga perasaan pasien agar merasa aman dan terlindungi selama pelaksanaan pelayanan berlangsung.
15.     Memberikan penyuluhan kesehatan terhadap pasien / keluarga dalam batas wewenangnya.
16.     Menjaga perasaan petugas agar merasa aman dan terlindungi serlama pelaksanaan pelayanan berlangsung.
17.     Memelihara dan mengembangkan sistem pencatatan data pelayanan asuhan keperawatan dan kegiatan lain yang dilakuakan secara tepat dan benar.
18.     Mengadakan kerja sama yang baik dengan kepala ruang rawat inap lain, seluruh kepala seksi, kepala bidang, kepala instansi, dan kepala UPF di Rumah Sakit.
19.     Menciptakan dan memelihara suasana kerja yang baik antara petugas, pasien dan keluarganya, sehingga memberi ketenangan.

20.     Memberi motivasi tenaga nonkeperawatan dalam memelihara kebersihan ruangan dan lingkungan.
21.     Meneliti pengisian formulir sensus harian pasien ruangan.
22.     Memeriksa dan meneliti pengisi daftar pemintaan makanan berdasarkan macam dan jenis makanan pasien kemudian memeriksa / meneliti ulang saat pengkajiannya.
23.     Memelihara buku register dan bekas catatan medis.
24.     Membuat laporan harian mengenai pelaksanaan kegiatan asuhan keperawatan serta kegiatan lain di ruangan rawat.
c. Melaksanakan fungsi pengawasan, pengendalian dan penelitian, meliputi:
1.      Mengawasi dan menilai pelaksanaan asuhan keperawatan yang telah ditentukan, melaksanakan penilaian terhadap uapaya peningkatan pengetahuan dan keterampilan di bidang perawatan.
2.      Melaksanakan penilaian dan mencantumkan kedalam Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan Pegawai (D.P.3) bagi pelaksana keperawatan dan tenaga lain di ruang yang berada di bawah tanggung jawabnya untuk berbagai kepentingan (naik pangkat / golongan, melanjutkan sekolah) mengawasi dan mengendalikan pendayagunaan peralatan perawatan serta obat – obatan secara efektif dan efisien.
3.      Mengawasi pelaksanaan system pencatatan dan pelaporan kegiatan asuhan keperawatan serta mencatat kegiatan lain di ruang rawat.
Ø  Perawat Pelaksana
            Dalam asuhan keperawatan sebagai perawat yang profesional salah satu peran sebagai perawat pelaksana. Perawat sebagai pelaksana secara langsung maupun tidak langsung memberikan asuhan keperawatan kepada pasien individu, keluarga, dan masyarakat. Peran perawat sebagai perawat pelaksana perawat sebagai perawat pelaksana disebut Care Giver yaitu perawat menggunakan metode pemecahan masalah dalam membantu pasien mengatasi masalah kesehatan. Peran perawat dalam memberikan asuhan keperawatan xsecara langsung atau tidak langsung (Praptianingsi, 2006). Dalam melaksanakan peran sebagai perawat pelaksana bertindak sebagai:
a. Comferter
Perawat mengupayakan kenyamanan dan rasa aman pasien (Praptianingsi, 2006). Menurut Potter & Perry (2005), peran sebagai pemberi kenyamanan yaitu memberikan pelayanan keperawatan secara utuh bukan sekedar fisik saja, maka memberikan kenyamanan dan dukungan emosi sering kali memberikan kekuatan kepada klien untuk mencapai kesembuhan. Dalam memberikan kenyamanan kepada klien, perawat dapat mendemonstrasikan dengan klien.

b. Protector dan Advocat
Perawat berupaya melindungi pasien, mengupayakan terlaksananya hak dan kewajiban pasien dalam pelayanan kesehatan.(Praptianingsi, 2006).
Menurut Potter & Perry (2005), sebagai pelindung perawat membantu mempertahankan lingkungan yang aman bagi klien dan mengambil tindakan.
Untuk mencegah terjadinya kecelakaan dan melindungi klien dari kemungkinan efek yang tidak diinginkan dari suatu tindakan diagnostik atau pengobatan. Utnuk menjalankan tugas sebagai advokat, perawat melindungi hak dan kewajiban klien sebagai manusia secara hukum, serta membantu klien dalam menyatakan hak–haknya bila dibutuhkan. Perawat juga melindungi hak – hak klien melalui cara–cara yang umum dengan penolakan aturan atau tindakan yang mungkin membahayakan kesehatan klien atau menetang hak – hak klien.

c. Communication
Perawat sebagai mediator antara pasien dan anggota tim kesehatan, hal ini terkait dengan keberadaan perawatyang mendampingi pasien selama 24 jam untuk memberikan asuhan keperawatan dalam rangka upaya pelayanan kesehatan di rumah sakit (Praptianingsi, 2006). Menurut Potter & Perry (2005), peran sebagai komunikator merupakan pusat dari seluruh peran perawat pelaksana yang lain. Keperawatan mencakup komunikasi dengan klien, keluarga, antara sesama perawat san profesi kesehatan lainnya, sumber informasi dan komunitas. Memberikan perawatan yang efektif, pembuatan keputusan dengan klien dan keluarga, memberikan perlindungan pada klien dari ancaman terhadap kesehatannya, mengokordinasi dan mengatur asuhan keperawatan dan lain–lain tidak mungkin dilakukan tanpa komunikasi yang jelas.

d. Rehabilitator
Perawat memberikan asuhan keparawatan adalah mengembalikan fungsi organ atau bagian tubuh agar sembuh dan berfungsi normal.
Rehabilitas merupakan proses dimana individu kembali ketingkat fungsi maksimal setelah sakit, kecelakaan, atau kejadian yang menimbulkan ketidakberdayaan lainnya. Rentang aktivitas rehabilitas dan restoratif mulai dari mangajar klien berjalan dengan menggunakan alat pembantu berjalan sampai membantu klien mengatasi perubahan gaya hidup yang berkaitan dengan penyakit kronis (Potter & Perry, 2005).





BAB III
PENUTUP

            Teori manajemen keperawatan berkembang dari teori menajemen umum yng memerintahkan penggunaan sumber daya manusia dan materi secara efektif.Empat elemen besar dari teori manajemen adalah perencanaan,pengorganisasian,mengarahkan atau memimpin,dan mengendalikan atau pengevaluasian seluruh aktivitas manajemen,kognitif,afektif,dan psikomotor berada dalam satu atau lebih dari fungsi-fungsi utsms yang bergerak secara simultan.
            Kepercayaan utama dari manajemen keperawtan adalah bahwa fokusnya pada perilaku manusia.Manajer perawat terdidik dalam pengetahuan dan keterampilan tentang perilsku manusia mengelola perawat profesional serta pekerja keperawatan non profesional untuk mencapai tingkat tertinggi dari produktifitas pada pelayanan perawatan pasien.






DAFTAR PUSTAKA


1.      Brown, Montague. 1997. Manajemen Perawatan Kesehatan. Jakarta : EGC
2.      Kuntoro, Agus. 2010. Buku Ajar Manajemen Keperawatan. Yogyakarta : Nuha Medika
3.      Potter dan Perry. 2005. Fundamental Keperawatan. Jakarta : EGC
4.      Suarli dan Bahtiar, Yanyan. 2002. Manajemen Keperawatan. Jakarta : Erlangga
5.      Swansburg,Russel C.2000.Pengantar Kepemimpinan dan manajemen keperawatan untuk perawat klinis.Jakarta:EGC

48 komentar:

  1. Pinter itu gak penting,yang penting ngerti...:-)

    BalasHapus
  2. suswanti kelompok 5
    mau tanya nie.. :)

    bagaimana jika komponen2 dalam menejemen keperawatan tidak berjalan sesuai harapan. apa yang akan terjadi??????

    BalasHapus
  3. zamsiah martiasih kelompok 1
    mau tanya,,,,

    menurut kelompok anda bagaimana cara yg efektif untk mengatasi konflik pada menejemen yg ada pd RS atau ruangan. contohnya: sering mengganti jadwal sif dan terlalu lama untuk izin istirahat?

    BalasHapus
  4. wiwi susanti kelompok 3
    mau tanya,,

    bagaimana jika anda sebagai seorang perawat mendapati dalam suatu ruangan ada anggapan penerapan menejemen kurang sesuai,pemimpin bersikap otoriter apa yang akan anda lakukan???????????

    BalasHapus
  5. Tri wulan (sk.109.195) kelompok 2d
    ingin bertanya,,

    bagaimana kiat-kiat membangun sikap leadership yang baik menurut kelompok anda, dengan kondisi negara yang seperti ini?
    trimakasih,,

    BalasHapus
  6. Siti chaeriyah (sk.109.170) kelompok 2d
    ingin bertanya,,

    apabila anda menjadi seorang pemimpin maka anda akan mengambil gaya kepemimpinan yang seperti apa, dan mengapa anda mengambil gaya kepemimpinan tersebut, jelaskan? menurut kelompok anda,,
    trimakasih

    BalasHapus
  7. Siti Mursidah Ulfah,coba tak jawab ya...
    1.Jika komponen dalam manajemen keperawatan tidak sesuai dg yang kita harapkan,itu berarti ada suatu hal yang mungkin sedikit bertentangan.Dan langkah kita adalah memperbaharui dg berupaya meningkatkan kinerja sistem manajemen yang ada.Hal ini dapat dilakukan dg cara mengadakan evaluasi bersama di antara semua elemen yang ada dalam tim tersebut.
    2.Cara yg efektif mungkin dg memberikan peringatan dan sanksi.
    3.Tanggapan seperti itu merupakan kritikan yang membangun.Dimana itu justru menjadi motivasi untuk mengembangkan sistem yang ada.Jika anggota tim merasa tdk nyaman dg sikap yg otoriter,berati peraturannya harus diperbaharui.
    misalnya dg menerapkan sikap demokratis.

    BalasHapus
  8. Siti Mursidah Ulfah berkomentar....


    4.Kiat menjadi leadership yang baik:
    -Memberikan kepuasan terhadap kebutuhan langsung para bawahannya
    -Menyusun jalur pencapaian tujuan
    -Menghilangkan hambatan-hambatan pencapaian tujuan
    -Mengubah tujuan karyawan sehingga tujuan mereka bisa berguna secara organisatoris.

    BalasHapus
  9. 5.Gaya kepemimpinan itu sifatnya subyektif.Tapi saya pribadi lebih menyukai gaya kepemimpinan yang demokratis....

    BalasHapus
  10. zulfa istati mahardani(sk.109.221)
    kelompok 4, saya mau tanya, bagaimana cara menyelesaikan masalah dalam anggota manajemen keperawatan?

    BalasHapus
  11. zamsiah martiasih(SK.109.220)
    terimakasih utk jawabanya mb siti mursidah ulfa,
    ayo angota kelompok 4 yg lain ikt menjawab, ayooo semangat.
    tunjukan bakatmu,,,,
    semangaaaaattttt

    BalasHapus
  12. Yuwienda Tyar Asmarani
    SK.109.215

    Saya mau bertanya pada kelompok empat,menurut pandangan anda bagaimanakah perkembangan manajemen keperawatan saat ini di masing2 rumah sakit yang pernah anda kunjungi??Apakah sudah berjalan secara optimal atau belum?Tolong jelaskan analisis anda!Terima Kasih :)

    BalasHapus
  13. Wirda Ro'ikhatut Tamamah
    Sk.109.208
    kelompok 2

    saya mau bertanya, menerut kelompok Anda manajemen keperawatan seperti apa si yang baik untuk di terapkan, agar bisa diterima semua anggota tim sehingga satu tim itu bisa bekerja sama dengan baik dalam menjalakan pelayanan secara optimal???
    thanks...please give your opinioN

    BalasHapus
  14. Q suryadi sk. 109 187 akan menjwab pertanyaan mba zulfa. dalam pemechan masalah kita harus bermusyawarah.
    Pemecahan masalah termasuk dalam langkah proses pengambilan keputusan, yang difokuskan untuk mencoba memecahkan masalah secepatnya. Masalah dapat digambarkan sebagai kesenjangan diantara “apa yang ada dan apa yang seharusnya ada”. Pemecahan masalah dan pengambilan keputusan yang efektif diprediksi bahwa individu harus memiliki kemampuan berfikir kritis dan mengembangkan dirinya dengan adanya bimbingan dan role model di lingkungan kerjanya.

    BalasHapus
  15. Perkembangan sistem manajemen pada setiap Rumah Sakit sangat berbeda.Dari beberapa Rumah Sakit yang pernah saya tempati sbg lahan praktik,masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan yang berbeda.Perkembangan sistem manajemen yang baik dapat dinilai dari segi pelayanan dr RS itu sendiri.Kepercayaan masyarakat terhadap sebuah RS ditentukan dari bagaimana cara pelayanan yang diterapkan RS tersebut.Dan setiap RS tentuny memiliki visi dan misi masing-masing...

    BalasHapus
  16. My Opinion for wirda's question...

    Sistem Manajemen yang baik adalah sistem manajemen yang dapat diterima oleh semua anggota Tim.Dlm hal ini saya lebih memilih sistem manajemen yang demokratis,Dimana dlm sistem ini menerapkan sikap keterbukaan dan tanggungjawab bersama.
    Sistem yang demokratis cenderung dapat diterima oleh semua anggota Tim,karena kesadaran akan tanggungjawab biasanya muncul dr dalam diri sendiri bukan karena paksaan,...

    BalasHapus
  17. My answer to Zulfa Istati Mahardani....

    Yg mbk zulfa maksud,Cara penyelesaian masalah dalam suatu tim mankep kali y mbk...???hehe

    Manajemen keperawatan menggunakan komunikasi yang efektif. Komunikasi yang efektif akan mengurangi kesalahpahaman dan memberikan persamaan pandangan, arah dan pengertian diantara pegawai.
    Dg demikian,jika ada suatu permasalahan alangkah baiknya dibicarakan secara baik-baik secara terbuka dan tidak saling menyalahkan.Krn hakikat dr sistem manajemen adalah bekerjasama utk mencapai tujuan bersama yang telah ditetapkan...

    BalasHapus
  18. Sistem manajemen merupakan integrasi dari beberapa ilmu,termasuk ilmu komunikasi.
    Komunikasi yang baik sangat berpengaruh terhadap kualitas sistem manajemen itu sendri.
    Pendelegasian wewenang pun tidak sekedar memberikan instruksi thd anggota tim tanpa memberikan pengarahan yg jelas...
    Instruksi tanpa pengarahan sama saja seperti alamat tanpa tujuan...
    Sehingga pd akhirnya menimbulkan kesalahpahaman,dan kita sndirilah yg rugi...
    Yuk sama2 berupaya utk meningkatkan pemahaman kita ttg Konsep Manajemen Keperawatan yg baik...sehingga hasil yg qt capai pun dapat optimal.

    BalasHapus
  19. kug mb ida yang jawab semua, mana anggota yang lain?????
    wuuuaahhh manajemen keperawatan tidak berjalan dengan lancar klo kyag gnii.....
    ckckckckck

    BalasHapus
  20. suswanti kelompok 5..
    tanya ea gampang ko. :)

    bagaiman mencegah perselisihan yang sering terjadi dalam suatu tim..???

    NB:..tolong dijawab anggota kelompok yg lain donk,, pisssss..!!!!!

    BalasHapus
  21. TRI WIJAYANTI (SK.109.194)
    mau tanya nich ama klompok 4 : apa dampak yang akan terjadi pada pasien bila manajemen keperawatannya tidak efektif????

    BalasHapus
  22. sodikin
    sk 109167
    saya mau bertanya nie k klompok 4
    bbagaimna menenemen yang bgus bwat puskesmas??����

    BalasHapus
  23. TRI HESTI OKTAVIANI SK 109.193
    KELOMPOK 1
    saya ingin bertanya apa maksud dari keterampilan kepemimpinan dan tolong berikan contohnya?????
    makasih

    BalasHapus
  24. sri mujiyanti (sk.109.181)
    saya ingin bertanya pada kelompok 4
    menurut kelompok anda bagaimana cara seorang pemimpin dalam memberikan pendelegasian terhadap karyawannya?

    BalasHapus
  25. Dalam sebuah manajemen yang terpenting adalah saling melengkapi satu sama lain antar anggota tim.Dmn kita memiliki tanggung jawab bersama dalam menacapai tujuan...
    Kesadaran akan tanggung jawab itu muncul dr dalam diri msg2...
    Jika beberapa anggota tim blm bisa menjawab krn faktor2 tertentu...
    Haruskah qt sbg anggota tim tersebut membiarkan pertanyaan itu bergeming tak terjawab...???hehehe

    BalasHapus
  26. Mewakili kelompok 4...

    For Hesti's Question:
    Keterampilan kepemimpinan sering dikenal dg istilah leadership,merupakan suatu skill yang dimiliki oleh seorang individu,dimana individu tersebut memiliki kompetensi untuk menjadi seorang pemimpin dan menggerakkan bawahan nya.
    skill tersebut sbenarnya sudah ada sejak lahir,mengingat hakikat peran qt sbg khalifah.
    Dalam prosesnya,skill tersebut harus kita dikembangkan...:-)
    example:peran sbg comting,,

    BalasHapus
  27. saya SURYADI SK.109.187
    mau menjawab pertanyaan dari sdr sri mujiyanti,tentang cara mendelegasikan tugas dengan baik.
    berdasarkan artikel yang saya baca (http://ambonganteng.wordpress.com/2010/01/27/bagaimana-cara-mendelegasikan-pekerjaan/)
    Dalam suatu organisasi, ada banyak hal yang harus diselesaikan oleh seorang manajer. Terkadang, karena pekerjaan itu terlalu banyak harus dikerjakan pada saat yang berdekatan, seringkali pekerjaan itu tercecer. Karena itu seorang manajer harus bisa atau setidaknya belajar membagi tugas kepada orang lain. Kalau Anda seorang ketua kelas, Anda harus bisa membagi pekerjaan kepada teman-teman Anda agar pekerjaan cepat selesai. Begitu juga jika Anda menjadi bagian dari kelompok atau bahkan ketika Anda mengurus adik-adik Anda.

    Seringkali seseorang takut untuk membagikan pekerjaan kepada orang lain karena takut pekerjaan itu tidak beres. Namun, sebenarnya kecil kemungkinan masalah muncul kalau tujuan dan apa yang harus dilakukan juga jelas. Yang harus dilakukan dalam pendelegasian atau pembagian pekerjaan adalah:

    Mulailah belajar membagi tugas sedini mungkin daripada menanti sampai Anda merasa tidak sanggup mengerjakan tugas itu dan baru mencari orang untuk membantu tugasmu.
    Berikan pekerjaan ini kepada orang yang tepat. Kalau teman Anda atau anggota kelompok Anda pandai berhitung dan bisa mengatur uang, mintalah ia menjadi bendahara. Memberikan tugas kepada orang yang salah hanya akan menambah masalah saja.
    Berikan penjelasan tentang tugas yang harus dilakukan sehingga ia tahu apa yang harus ia lakukan.
    Berikan tenggat waktu yang adil dan masuk akal.
    Begitu pekerjaan dibagi, biarkan anggota tim Anda melakukan pekerjaannya. Tak perlu mengawasi mereka seperti sipir penjara. Percayalah pada mereka dan mereka akan melakukan tugas dengan baik.
    Bila perkerjaan telah selesai, lakukan evaluasi bersama.

    BalasHapus
  28. cie...cie...suryadi peningkatan ndhaaa....
    sumber'e copy paste kui msti....
    (hahaha sirik)...

    BalasHapus
  29. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  30. saia Zahra Azzuhra SK.109.217
    mau menjawab pertanyaan dari Sdr.Sodikin tentang manajemen Puskesmas yang baik. diantaranya yaitu memiliki program
    P1: Perencanaan

    Rencana Usulan Kegiatan

    Rencana Pelaksanaan Kegiatan

    P2: Pelaksanaan dan Pengendalian

    Pengorganisasian

    Penyelenggaraan

    Pemantauan

    P3: Pengawasan dan Pertanggungjawaban

    Pengawasan internal dan eksternal

    Pertanggungjawaban

    (sumber:http://ilmukeperawatan.net/index.php/artikel/13-kesehatan-masyarakat/17-konsep-puskesmas.html)

    BalasHapus
  31. wah sor yadi ter opsesi jadi CI (peningkatan positif)

    BalasHapus
  32. Siti mutmainah (sk.109 174)
    Mau menambahi jawaban yg pertanyaanya dari hesti
    Keterampilan kepemimpinan adalah suatu daya transformasi yang memungkinkan seorang pemimpin menjadikan apa yang tersedia menjadi sesuatu yang bermanfaat, baik untuk dirinya maupun untuk orang lain. Cara mengubah atau menjadikan ini adalah proses pengubahan yang paling efektif dan efisien. Artinya, dapat tepat mencapai sasaran serta menggunakan porsi yang dikehendaki.

    contohnya:
    Suatu hal yang membedakan dunia sebelum ini dengan zaman ini adalah manusia harus semakin bergantung satu sama lain. Oleh sebab itu, salah satu keterampilan kepemimpinan yang paling mendasar untuk dunia modern adalah keterampilan untuk mengelola hubungan dengan baik. Untuk situasi komunitas Asia, dimana kompleksitas organisasi dan hubungan antara manusianya cukup tinggi, maka sangat dibutuhkan keterampilan kepemimpinan yang menghasilkan hubungan baik tadi. Untuk menyokong hal tadi sebuah keterampilan lain dibutuhkan.

    BalasHapus
  33. saya yosi adhi setiawan ingin bertanya apa rencana saudara untuk menerapkan kepemimpinan yang baik bagi organisasinya..........'??

    BalasHapus
  34. Q zaenal arifin bertanya .
    kan di dalam manejemen terdapat komponen2 manejemen komponen tersebut meliputi orang, perawat, lingkungan dan kesehatan. yang saya akan tayakan apabila dari komponen tersebut tidak ada salah satunya apakah akan menjadi manajemen yang baik.,,,
    begitu pertanyaane enyong...
    hehehehe
    mkasihhhhh

    BalasHapus
  35. siti mutmainah (sk.109174)
    menjawab pertanyaan yosi,
    menurut saya menerapkam kepemimpinan yang baik bagi organisasinya yaitu
    - memberikan inspirasi kepada anggotanya agar anggotanya lebih semangat dalam bekerja
    - memberikan tugas sesuai kemampuan dan secara adil
    - memberikan gaya kepemimpinan yang demokratis
    - dalam menentukan sesuatu di musyawarahkan dengan anggotanya

    BalasHapus
  36. saya SURYADI (sk.109.187)

    mau mnjawab prtnyaan dari zaenal arifin,
    jawabanya TIIIIDDDDDAAAAAAKKKKK!!!!!!!!

    gmna mz zaenal sudah puaskah dg jwban saya????
    hehehehehehehe

    BalasHapus
  37. siti mutmainah (109174)
    mencoba menjawab pertanyaan ari'
    menurut saya tidak akan menjadi suatu manajemen yang baik, karena dalam suatu manajemen harus saling melengkapi satu sama lain jika ada salah satu komponen yg kurang pasti akan terjadi suatu permslhan sperti: akn trjdi konflik dlm manajemennya,dalm pmbrian asuhan keperawatan tdk akn efektif dan tdk efisien, dan tujuan dari visi misinya tidak akn terwjud.

    BalasHapus
  38. sucii dewii
    darii yang saiia lihadt di berita pertelevisian banyak orang miskin yang sakit yang ingin berobat dirumah sakit, trjdii penolakan untuk berobat.
    apakah seperti ittu suatu manajemen keperawatan bisa berjalan dengan baik kalau terjadi fenomena hal tsb????trus bagaimana pendapan anda sebagai calon perawat profesional menanggapi hal trsbut?

    sekian pertanyaan dri saiia, terima kasih^^

    BalasHapus
  39. saya SRI NURHAYATI (SK.109.182)

    pertanyaan special buat mzJOHN..
    jika anda seorang pemimpin, namun anggota2 bawahan anda tidak suka dengan cara kepemimpinan anda. sehingga bawahan anda mencoba ingin menjatuhkan anda dari jabatan anda. sedangkan anda tahu keberadaan berita tsbt.


    apa yg akan anda lakukan???? :)

    BalasHapus
  40. saya Suprapto AN/JOHN (SK.109.186)

    saya akan mencoba utk mejwb pertanyaan mb SRI NURHAYATI.
    terimakasih atas pertanyaannya...:)

    yg akan saya lakukan adlah saya akan tetap konsisten dan tanggung jawab dengan posisi saya.
    saya akan mencoba lebih terbuka dan akan introspeksi diri dengan karyawan2 saya.

    apabila dg cara2 tersebut masih kurang saya akan lebih menerima masukan2 dr karyawan saya.

    apabila masih kurang lagi, saya akan mengundurkan diri dg hormat...hehe:D



    karena kesempurnaan itu hanya milik ALLAH SWT dan sempurna milik andra n the backbone.

    BalasHapus
  41. saya tri hesti okataviani ingin bertanya pada kelompok 4 bagaimana jika anda mendapati kepala ruang yg mempunyai gaya kepemimpinan yang santai, tetapi di realitanya terlalu santai apa pendapat anda dan bagaimana cara merubah perilaku gaya pemimpin tersebut agar tidak terlalu santai makasih......

    BalasHapus
  42. saya SURYADI (sk.109187)

    akan mnjawab prtnyaan tri hesti.
    menurut saya kita sbgai anggota mnjelaskan kpda pmimpin tsb bahwa kinerjanya itu kurang maksimal shg hrus d ubah dg cara musyawarah dg para anggotanya.....

    BalasHapus
  43. sri nurhayati

    mksh mz john atas jawabanya............. ;-)

    BalasHapus
  44. saya siti marchamatun sk 109.172

    ingin bertanya , apakah penampilan fisik mempengaruhi untuk menjadi seseorang pemimpin ???
    maturnuwun, , ,

    BalasHapus
  45. saya Suprapto AN (sk.109.186)

    terima kasih ats p'tanyaannya.
    saya akan mencoba menjawab p'tanyaan sdri Siti Marchamatun.
    penampilan fisik memang sangat penting.
    namun ada kalanya jadi penting dan tidak penting.
    dalam bidang bisnis penempilan bgtu sangat penting, berpakaian rapi,wajah cantik n tampan.
    akan tetapi penempilan oke, otak gag oke ya sama aja??
    begitupula dengan pemimpin yg penampilannya kurang menarik,pastilah beliau mempunyai jiwa pemimpin yg baik, mempunyai kharismatik dan tingkat intelejen yg tinggi.


    :)

    BalasHapus
  46. saya siti cholifah
    sk.109.171

    kriteria seperti apa sich yang baik untuk menjadi seorang pemimpin?????

    makasih.........

    BalasHapus